Selasa, 27 Desember 2011

CERITA GEJE....


Terkadang aku merasa sangat sedih dan kadang aku merasa sangat gembira sekali.
Meski aku tau bahwa aku hanyalah wanita biasa yang hanya bisa meraskan dengan perasaan.
Banyak pertanyaan di kepala aku yang belum terjawab dari pertanyaan yang mudah hingga yang sulit ini semua membuat aku semakin ingin tau semuanya.
Semua jawaban hanya ada pada satu titik saja dan hingga saat ini aku belum mengetahuni dimana titik itu berda.
Tapi aku selalu merasa bahwa dia selalu ada di sekitar ku.
Rasa itu sangat membuat ku semakin yakin pada titik tersebut.
Ingin sebenarnya aku merasakan dari bergagai titik agar aku dapat memilih titik mana yang bisa menjadi terbaik bagi ku.
Namun hal itu semakin membuat aku bingung untuk memilih dan menetapkan yang mana…?
itu semua akibat ke egoisan yang ada dalam diri ku hanya mau memiliki yang terbaik namun tidak mau memiliki yang lain dan tidak mau menyadari betapa pentingnya sebuah titik yg mengerti bukan yang baik menurut aku.
Perjuangan sebuah titik bukanlah mudah untuk mencapai puncak, ketika ia  bisa mencapai sebuah puncak hanya sia-sia yang tetrjadi.
Pasti begitu sakit baginya untuk menerima kenyataan yang sedang dialamaminya saat ini.
Yang perlu ditanya bahwa kapan sebuah puncak dapat menghargai perjuangan sebuah titik yang begitu memperjuangkaan segalanya dikala dia berkata hanya ingin mencari yang terbaik diantara yang sudah baik.
 Dikala semua itu berlalu sebuah puncak hanya merasa sangat menyesal karena kini tidak ada satu titik pun yang datang untuk mendaki puncak yang ia persiapkan dalam pemilihan yang terbaik.
Saat seperti ini lah dia akan merasa sangat sedih dan merasa sendiri.
Ketika banyak titik yang datang kepadanya ia sangat merasa bahagia dan merasa terpuji.
Dan kini berahirlah semua apa yang ia ingginkan bersama kebahagiaan sesaat dank e sedihan yang mendalam.
Ketika titik merasa gagal dan merasa bahwa dirinya hanyalah seorang diri ketika itu lah dia merasa bahwa semua puncak yang sudan di daki maupun belum adalah orang yang paling jahat di dunia dan itu lah dia akan berjanji untuk menyaki setiap puncak-puncak yang ada di sekitarnya.
Di suatu ketika ia mendapatkan suasana yang indah dan dapat membuat hatinya nyaman di saat itu juga terpintas dipikirannya tentang puncak.
Saat itu dia ingin mencoba untuk mendekati salah satu puncak ideal yang ia inginkan berharap untuk melupakan semua dan menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan selama ini.
Pada suatu hari ia meras ingin sekali mendaki ke sebuah puncak yang terdapat di kota bandung.
Dengan perjalanan yang sangat lama dan melelahkan ia tetap saja semangat untuk melanjutkan perjalanan ke bandung dan ingin meluruskan ke inginannya itu.
Perjalanan dari Sumatra ke Bandung amatlah lama namun semua itu tidak pernah ia rasakan, seiring waktu berjalan akhirnya ia sampai juga di kota bandung.
Dengan gagah ia mencari tempat tinggal untuk beristirahat sejenak dan mengisi energi dengan caranya untuk mempersiapkan pendakiannya ke puncak.
Sungguh hal yang sangat melelahkan sekali, sehabis perjalanan dari Sumatra ke bandung hanya dengan beristirahat sebentar ia akan melanjutkan lagi dengan pendakiaan yang ia tunggu-tunggu.
Waktupun tiba saaatnya ia akan melakukan pendakian.
Sebelum melakukan pendakian ia meminta keselamatan terlebih dahulu kepada sang pencipta.
Setelah itu ia memulai pendakian dari dasar dan terus mendaki hingga semuanya tercapai.
Sudah beberapa jam ia belum juga sampai ke puncak itu, sejenak ia berfikir mengapa puncak ini sulit sekali di dapatkan tak semudah mendapatkan puncak yang lain padahal tidak ada satupun saingan yang harus aku kalah kan namun kenapa sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali.
Ia pun melanjutkan perjalanan dan berfikir kreativ untuk mencari cara bagaimana sampai ke puncak dengan cepat dan selamat.
Sejenak ia berhenti dan beristirahat untuk menambah energy, terlintas difikirannya bahwa puncak ini benar-benar sulit di gapai.
Hampir saja ia memutuskan tekatnya untuk melanjutkan pendakian namun setelah berfikir dan terus berfikir dengan banyak pertimbangan akhirnya ia bersemangat dan akan melanjutkan pendakiannya.
Akhirnya setelah sekian lama ia mendapatkan puncak itu juga.
Dan kini ini sudah berada di puncak paling atas disana ia melihat begitu indah puncak yang temukan ini dan ia merasa perjuangannya tidak sia-sia karenan ia bisa mendapatkan puncak yang sangat indah dan membuatnya nyaman dari kejadian ini dia berkata di atas puncak.
Aku takkan begitusaja melepasmu karena sangat sulit mendapatkan. Butuh perjuangan yang begitu besar dan waktu yang lama.
Maka itu aku akan berjanji akan merawatmu dan mencintai ke indahan yang kamu punya saat ini dengan setulus hati ku.
Maukan kau menerima keinginan aku ini. Titik pun berkata demikian terhadap puncak dan dengan senang hati puncak menerima segala perjuangan dan keinginan si titik.
Sungguh bahagia hati si titik ternyata perjuangannya tidak sekedar perjuangan namun perjuangan melalu pendakian yang beroleh hasil yang sangat memuaskan baik dalam kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani.
Sambil berlutu Di atas puncak tersebut ia tak lupa Berterima kasih kepada Tuhan.
Tanpa campur tangannya ia yakin semua itu tidak akan terselenggarakan seperti saat ini.
Titik  akhirnya pulang ke kampung halamannya untuk menceritakan semua pengalaman dan kebahagiaan dalam pendakiaan mencari puncak yang ia alami.


1 komentar: